Ubah BahasaEnglish|Bahasa Indonesia
Rencana Indonesia untuk Berkembang dengan Kecerdasan Artifisial (AI)
Insights

Rencana Indonesia untuk Berkembang dengan Kecerdasan Artifisial (AI)

Fiqih PrawiraFiqih Prawiratanggal 7 Desember 2020

Di tengah gelombang tantangan digital yang dihadapi banyak negara di dunia, Kata.ai sebagai perusahaan kecerdasan artifisial percakapan (conversational AI) turut berpartisipasi dalam upaya pemerintah Indonesia untuk memajukan negara dan birokrasi pemerintahan dengan teknologi Artificial Intelligence.

Pada bulan Agustus, pemerintah Indonesia memperkenalkan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (Stranas KA), sebuah blueprint tentang strategi jangka panjang negara dalam pengembangan dan penerapan teknologi AI untuk 25 tahun ke depan.

Strategi tersebut merupakan satu langkah maju dalam mewujudkan visi Presiden Joko “Jokowi” Widodo yang ingin memanfaatkan teknologi AI untuk menangani sisi teknis dari birokrasi negara, dengan harapan bahwa AI dapat mempermudah dan memperlancar birokrasi dan pelayanan pemerintahan.

Keinginan untuk menggunakan teknologi AI untuk menyederhanakan birokrasi telah lama diungkapkan oleh Presiden Jokowi, yang tahun lalu mengatakan bahwa pemerintah sedang berupaya untuk menggantikan beberapa posisi yang sebelumnya diisi oleh pegawai negeri sipil dengan AI.

Dengan strategi nasional ini, Indonesia ingin menandingi negara lain yang telah mengadopsi strategi kecerdasan artifisial yang mereka buat sendiri — seperti Amerika Serikat, China, dan Finlandia — dengan mengatasi permasalahan utama dari blueprints milik negara lain tersebut. Langkah utamanya yakni dengan menetapkan target konkret yang akan menjadi alat ukur kesuksesan dari penerapan strategi AI yang akan diterapkan.

Penerapan AI dalam pelayanan publik di negara lain juga telah menuai berbagai kesuksesan. Menurut Accenture, sebuah instansi kenegaraan di Amerika mampu memaksimalkan program kepatuhan dan meminimalkan praktik curang dengan menerapkan teknologi AI. Sistem yang didukung AI meningkatkan kemampuan identifikasi kecurangan hingga 21 persen dari 6 persen dan berhasil mendeteksinya tiga bulan lebih awal dibandingkan dengan sistem sebelumnya.

Penerapan chatbot berbasis AI di perguruan tinggi besar di Amerika, yang mampu menjawab pertanyaan umum, juga diharapkan dapat meningkatkan interaksi dengan siswa karena layanan dapat dibuka selama 24/7. Agen pusat kontak universitas pun bisa lebih fokus dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan siswa yang lebih kompleks.

Dalam penyusunan Stranas KA, Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro, yang juga Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menetapkan empat bidang fokus dalam pengembangan dan penerapan AI. Area-area tersebut adalah etika dan kebijakan, pengembangan bakat, data dan infrastruktur, serta penelitian dan inovasi industri.

Melalui Stranas KA, pemerintah akan memprioritaskan penerapan teknologi AI di lima sektor utama: kesehatan, reformasi birokrasi, pendidikan dan penelitian, ketahanan pangan, serta mobilitas dan pembangunan kota pintar.

Dalam hal reformasi birokrasi, misalnya, Indonesia dengan Stranas KA ingin memperbaiki layanan publik dengan menggunakan chatbot bertenaga AI, mengingat aplikasi chat adalah aplikasi yang paling digemari oleh hampir 90 persen pengguna internet berdasarkan survei tahun yang dilakukan oleh Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2007.

Sebagai salah satu inovator conversational AI di Indonesia yang menawarkan solusi chatbot untuk ratusan bisnis di berbagai industri, Kata.ai juga turut berkontribusi dalam merancang visi nasional AI ini dengan kecakapan kami dalam teknologi Natural Language Processing (NLP).

Lima talenta terbaik Kata.ai telah bekerja sama dengan pemangku kepentingan lainnya dalam menyusun Stranas KA, termasuk Irzan Raditya selaku CEO dan Co-Founder, Pria Purnama selaku CTO, Radityo “Ridho” Eko Prasojo selaku Senior AI Research Scientist, Matheace Rama Putra selaku Senior Corporate Counsel, dan Welly Tambunan selaku mantan Head of Engineering Kata.ai.

Terkait dengan Stranas AI, Irzan mengatakan bahwa blueprint tersebut dapat meningkatkan potensi sumber daya manusia Indonesia. Irzan juga mendorong penerapan AI di sektor industri untuk meningkatkan daya saing Indonesia dalam menyelesaikan masalah dengan menggunakan teknologi AI.

Pria juga mengatakan bahwa dalam penyusunan Stranas KA tersebut, Kata.ai berperan sebagai perwakilan dari para pemangku kepentingan industri untuk memberikan wawasan terkait etika dan kebutuhan bisnis, serta output dari industri yang perlu diatur di dalam Stranas KA.

“Kedepannya, kami berharap Stranas KA dapat membentuk ekosistem AI di Indonesia lebih cepat dan lebih baik dari sebelumnya. Kami siap mendukung strategi AI nasional,” tutup Pria.