Ubah BahasaEnglish|Bahasa Indonesia
Mengapa UKM di Indonesia Perlu Melakukan Transformasi Digital
Insights

Mengapa UKM di Indonesia Perlu Melakukan Transformasi Digital

Fiqih PrawiraFiqih Prawiratanggal 11 Januari 2021

Semua orang pasti punya mimpi untuk mencapai kesuksesan dengan caranya masing-masing. Beberapa memilih untuk bergabung dalam perusahaan besar yang membuat berbagai macam dampak ke masyarakat, sedangkan beberapa orang lain lebih memilih untuk mencoba peruntungannya dengan membangun usaha kecil atau menengah (UKM).

Fenomena tersebut dapat kita lihat di Indonesia, dimana data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa ada sekitar 64.2 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia per tahun 2020. Mereka mencakup hampir 99.9% aktor bisnis di negara ini sehingga dijuluki sebagai “tulang punggung perekonomian Indonesia”.

Dengan setidaknya 64 juta UMKM di Indonesia per tahun 2020, UKM seharusnya melakukan digitalisasi dan mengadopsi teknologi modern agar lebih menonjol dibandingkan pesaing. (Ilustrasi: Kata.ai)

Dari angka tersebut, kita juga dapat melihat kuatnya semangat kewirausahaan di Indonesia. Di sisi lain, banyaknya usaha kecil dan menengah juga dapat diartikan sebagai ketatnya persaingan bisnis dan saturasi di hampir semua industri. Ditambah lagi dengan keterbatasan sumberdaya yang menjadi salah satu ciri khas dari usaha yang baru saja dirintis. Anda harus bisa menunjukkan apa yang membedakan usaha Anda dengan jutaan UKM lainnya.

Permasalahan kompetisi dan saturasi juga ditambah dengan pandemi COVID-19 yang membawa semakin banyak tantangan berat bagi pelaku UKM. Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM mengatakan pada bulan September banyak UMKM yang terpaksa menutup bisnisnya. Bahkan 30% dari 64 juta UMKM mengatakan bahwa mereka sangat terdampak oleh pandemi COVID-19. Sehingga 50% – 70% pemilik UMKM mulai berinovasi untuk mengatasi tantangan-tantangan pandemi.

Semakin banyaknya tantangan dalam berwirausaha, para pemilik UKM harus semakin giat dalam menerapkan teknologi yang lebih maju dan memanfaatkan saluran digital untuk bisa bertahan dan terus berkembang. Bahkan, sebuah survey yang dikutip oleh akademisi Universitas Katolik Parahyangan menyatakan bahwa UKM yang sudah mengadopsi teknologi digital mampu meningkatkan penjualannya hingga 15%.

UKM yang sudah melakukan digitalisasi mampu meningkatkan penjualan hingga 15%, ditambah keuntungan lainnya (Ilustrasi: Kata.ai)

“UKM mau tidak mau harus melakukan digitalisasi. Hal ini dikarenakan UKM membutuhkan komunikasi bukan hanya dengan perusahaannya sendiri, tetapi juga dengan perusahaan atau aktor ekonomi lainnya.” dikutip dari makalah tersebut.

Arknolt Kristian Pakpahan – Universitas Katolik Parahyangan

Digitalisasi juga akan memudahkan pelaku UKM dalam proses produksi dan pemasaran untuk mengenalkan hasil produksinya kepada konsumen.

Namun, Kementerian Koperasi dan UKM menyebutkan bahwa sampai bulan November 2020, baru ada 10,25 juta UKM yang sudah mengadopsi teknologi dan memanfaatkan ekosistem digital. Meskipun terdapat peningkatan sebesar 8 juta UKM digital yang dilaporkan pada bulan Juli, tetapi masih ada puluhan juta UKM yang belum melakukan digitalisasi. 

Eric Handayono, CEO platform pembelajaran digital Bitlabs Academy, juga mengatakan bahwa perkembangan teknologi telah menjadi pendukung bisnis terbesar, terutama dengan pemanfaatan internet.

“Sekarang kita bisa dengan mudah menjual apapun melalui internet, baik itu dari marketplace maupun media sosial seperti Instagram. Jadi sepertinya kita perlu strategi bisnis yang lebih inovatif untuk tahun depan jika kita ingin meningkatkan pendapatan dari berjualan online.”

Eric Handayanto – CEO Bitlabs Academy

Melihat banyaknya tantangan yang dihadapi oleh para pelaku UKM, berikut adalah beberapa tips untuk Anda yang ingin memulai dan mengembangkan bisnis di tahun ini.

1. Kenali audiens Anda

Mencari tahu siapa audiens target Anda sangat penting dan akan berdampak signifikan pada  banyak aspek bisnis. Anda dapat mengenal audiens lebih baik dengan menggunakan teknologi modern seperti dengan solusi yang ada di Kata Conversational Suite. Dengan fitur yang ada di dalam solusi tersebut, Anda dapat mengidentifikasi minat dan perilaku konsumen salah satu contohnya dengan menggunakan chatbot.

2. Buat strategi pemasaran yang relevan di media sosial

Saat ini, semakin banyak orang mulai menggunakan media sosial, sehingga pemilik bisnis mulai menggunakannya sebagai alat untuk berinteraksi dengan pelanggan dan menumbuhkan followers base mereka. Namun, sangat penting bagi Anda untuk memastikan bahwa konten  media sosial Anda benar-benar relevan dengan audiens Anda. Karena merekalah yang akan mempengaruhi penjualan dan memberikan keuntungan dari upaya pemasaran media sosial Anda.

3. Bekerja lebih fleksibel

Di saat bekerja dari rumah menjadi norma baru selama pandemi COVID-19, bisnis pun didorong untuk lebih fleksibel dan mengubah beberapa kebijakan yang masih tradisional. Pemimpin perusahaan harus menyesuaikan jadwal kerja yang konvensional dan memastikan para karyawannya dapat bekerja dari rumah secara optimal dan produktif.

4. Hadirkan layanan omnichannel

Hadirnya layanan omnichannel juga menjadi sangat penting, terutama dalam kondisi sekarang di mana pengguna memanfaatkan berbagai macam aplikasi chat populer. Oleh karena itu, Anda perlu memastikan bahwa layanan pelanggan bisnis Anda tersedia di mana saja dan dapat memberikan dukungan terbaik di platform manapun, salah satu contohnya Anda dapat memanfaatkan solusi omnichannel chatbot.

5. Optimalisasi SEO lokal

Bagi bisnis kecil, calon pelanggan yang tinggal di kota atau lingkungan sekitar adalah target pasar yang utama. Sehingga sangat penting untuk memastikan bahwa warga lokal dapat menemukan bisnis Anda di search engine populer seperti Google. Ada banyak panduan yang tersedia secara online yang dapat Anda gunakan untuk memastikan bahwa situs web atau media sosial bisnis Anda dapat menempati peringkat teratas dalam pencarian lokal.

Dengan adanya peningkatan kebutuhan digitalisasi UKM di Indonesia, Kata.ai saat ini sedang mengembangkan solusi baru untuk UKM yang ingin beralih dan mengembangkan bisnis mereka menggunakan teknologi digital. Pantau terus media sosial kami untuk informasi lebih lanjut terkait produk dan layanan yang akan datang.

Kata.ai juga menawarkan solusi untuk bisnis di berbagai skala dan industri vertikal yang ingin memanfaatkan chatbot dan teknologi, mulai dari customer service hingga marketing engagement. Solusi Kata Flow juga dapat menyederhanakan proses pembuatan chatbot untuk bisnis Anda. selain itu, Chatbot Anda pun dapat diintegrasikan dengan solusi Kata Omnichat, untuk mengelola semua pesan dan pertanyaan di satu dashboard terpusat.

Bagaimana pendapat Anda tentang tantangan yang dihadapi UKM ke depan? Apakah Anda salah satu wirausahawan baru yang ingin mengembangkan bisnis Anda di tahun ini? Yuk, bagikan pendapat dan pengalaman Anda di kolom komentar tentang bisnis yang Anda jalankan.