Ubah BahasaEnglish|Bahasa Indonesia
Bagaimana Chatbot Meningkatkan Efektivitas di Industri Pendidikan
Bisnis

Bagaimana Chatbot Meningkatkan Efektivitas di Industri Pendidikan

Muhammad SodikMuhammad Sodiktanggal 2 Agustus 2019

Chatbot telah menjadi teknologi yang kian berkembang pesat dan mengubah apa yang sebelumnya dianggap sebagai salah satu kecanggihan yang hanya ditemukan di film ‘sci-fi’, menjadi hal yang biasa dan dapat ditemukan di mana-mana. Saat ini, chatbot pun sudah diimplementasikan hampir di semua industri termasuk di industri pendidikan. Teknologi ini memainkan peran penting dalam menciptakan efisiensi waktu dan biaya operasional. Sebagai contoh, mungkin Anda sudah cukup familiar dengan sistem e-Learning yang menjadi tren di dunia pendidikan beberapa tahun belakangan, ketika para dosen dan mahasiswa tidak harus bertatap muka untuk melakukan proses belajar-mengajar.

Dari sini, kita dapat melihat jika pertumbuhan chatbot telah menciptakan dampak positif di berbagai industri, namun dengan memfokuskan kepada generasi muda yang rutinitas nya lekat dengan teknologi, kampus, dan sekolah. Bisa dibilang chatbot berada di posisi terdepan untuk menjadi teknologi yang tidak hanya berfungsi untuk kepentingan layanan konsumen saja di industri komersil. Selain chatbot mudah dibuat dan diperbarui, ternyata chatbot juga dapat memberikan feedback yang cepat dan dapat digunakan untuk membantu memperbaiki kualitas pendidikan meskipun dengan jumlah staf dan tenaga pengajar yang terbatas.

Kita dapat katakan jika peran chatbot di industri pendidikan dapat meningkatkan interaksi, kolaborasi, dan produktivitas para stakeholders nya. Dan di artikel ini, kami akan membahas beberapa fungsi chatbot di dunia pendidikan dan bagaimana teknologi ini membantu para siswa juga tenaga pengajar dalam melakukan proses belajar-mengajar.

 

1. Mengumpulkan data mahasiswa

Seperti kita tahu, chatbot dapat mengerjakan pekerjaan yang bersifat redundan untuk membantu bisnis Anda melakukan hal tersebut lebih efektif. Dengan kata lain, chatbot dapat digunakan untuk menangani permintaan siswa yang beragam. Karena siswa bisa berinteraksi langsung dengan chatbot, chatbot pun bisa mengumpulkan banyak data siswa. Data-data ini termasuk informasi tentang pelajaran apa yang disukai siswa dan seperti apa kebiasaan mereka ketika menggali informasi yang tidak dapat temukan di dalam sebuah website. Sehingga institusi Anda pun dapat menggunakan data ini untuk membuat daftar pertanyaan-pertanyaan siswa dan mengidentifikasi area mana yang perlu dikembangkan.

2. Membantu dosen mengajar dengan lebih mudah

Para dosen dapat menggunakan chatbot di ruang kelas untuk membantu proses mengajar. Mereka dapat memanfaatkan chatbot untuk asisten pengajar yang membantu dosen memberikan perhatian lebih dan berinteraksi dengan para mahasiswa. Seperti yang sudah kita ketahui di area bisnis dan market lainnya, chatbot dapat melakukan pekerjaan harian, membantu para staf pengajar memberikan dampak yang lebih besar, bukan ancaman bagi pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan manusia.

3. Dosen dan mahasiswa tidak perlu bertatap muka

Chatbot dapat digunakan untuk memberikan feedback terhadap institusi dan media saran atau kritis mengenai cara mengajar para dosen, ketepatan waktu siswa maupun pengajar, dan sebagainya. Sebagai bagian dari sistem pendidikan, chatbot untuk industri edukasi ini dapat membantu para siswa mendapatkan informasi yang mereka cari secara mudah hanya melalui smartphone atau laptop mereka. Contoh beberapa hal yang dapat diakses siswa diantaranya jadwal kelas dan pelajaran, catatan, proses administrasi kampus, dan masih banyak lagi. Untuk proses belajar-mengajar jarak jauh, chatbot juga dapat membantu memberikan informasi dan bahkan mengirimkan tes kepada siswa di mana pun melalui perangkat mereka.

4. Personalisasi pelajaran berdasarkan kesukaan mahasiswa

Dengan chatbot edukasi, mahasiswa tidak perlu menunggu kapan pertanyaan mereka didengar dan mendapatkan informasi yang mereka butuhkan. Lebih jauh lagi, chatbot dapat terikat dengan mahasiswa di level percakapan manusia tentang topik apa pun dan membantu mereka belajar lebih cepat dan inovatif melalui tampilan, cara bicara, video edukasi, dll.

5. Mengukur efektifitas dan tingkat pemahaman mahasiswa

Institusi Anda dapat menggunakan data chatbot dengan beberapa fitur dashboard seperti sentiment analysis untuk mempelajari seberapa jauh mahasiswa telah mempelajari sesuatu dan bagaimana mereka menikmati pelajaran, sehingga chatbot memudahkan Anda dalam memberikan penyesuaian jika pelajaran yang diberikan tidak dapat diterima oleh tiap individu.

 

 

Sebagai perusahaan teknologi AI percakapan yang menyediakan solusi chatbot untuk berbagai industri, kami juga memiliki pengalaman dalam membuat chatbot di bidang pendidikan. Sebagai salah satu contohnya, kami bekerjasama dengan Unika Atma Jaya untuk membuat chatbot Savira. Chatbot ini mengubah proses administrasi kampus menjadi lebih sederhana, lebih mudah, dan hemat waktu. Chatbot Savira dapat menjawab pertanyaan yang paling sering ditanyakan mahasiswa (FAQ), small talks, dan memberikan informasi terbaru terkait updates dari kampus. Selain itu, mahasiswa dapat menggunakan Savira untuk mengganti jurusan dan lokasi kampus.

Meskipun chatbot merupakan hal yang masih baru, tetapi ada banyak kemampuan dan peluang besar di bidang pendidikan. Hingga pada akhirnya, kita akan sampai pada titik di mana proses belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, serta dapat diakses oleh semua orang.

Cari tahu lebih banyak tentang teknologi AI percakapan dan solusi chatbot dari Kata.ai dapat lakukan untuk industri Anda dengan mengunjungi tautan berikut.