Ubah BahasaEnglish|Bahasa Indonesia
Bagaimana Bisnis Travel Mendapat Keuntungan dari Chatbot di Bulan Ramadan
Bisnis

Bagaimana Bisnis Travel Mendapat Keuntungan dari Chatbot di Bulan Ramadan

Muhammad SodikMuhammad Sodiktanggal 22 Mei 2019

Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah populasi Muslim terbesar di dunia. Setiap tahunnya jutaan orang melakukan tradisi mudik ke kampung halaman mereka untuk merayakan momen Lebaran bersama keluarga. Maka tidak heran jika tradisi mudik di bulan Ramadan mempengaruhi puncak penjualan tiket pesawat, kereta, dan bus serta meningkatkan pendapatan industri travel di Indonesia.  Bahkan berdasarkan data dari Google, 72% pencarian terkait persiapan mudik berasal dari pencarian di smartphone. Selain itu, pencarian tentang transportasi untuk mudik mengalami kenaikan di minggu terakhir di bulan Ramadan, sedangkan pencarian tentang hotel dan destinasi kota tujuan meningkat selama libur Lebaran.

Ketika berbicara tentang tradisi mudik atau bepergian selama libur Lebaran, konsumen perlu menyiapkan dua hal besar, yaitu memesan tiket transportasi dan menyewa kamar hotel. Kini keduanya pun dapat dilakukan dengan sederhana berkat bantuan teknologi, konsumen memiliki akses yang mudah untuk memesan tiket penerbangan dan hotel secara online, membandingkan harga, memprediksi harga tiket, dan membaca review terkait pengalaman konsumen lain hanya dalam satu sentuhan jari di layar smartphone mereka. Menurut marketing experts, Frederic Gonzalo, 31% traveler merencanakan perjalanannya melalui smartphone. Melakukan pembayaran melalui smartphone juga menjadi tren saat ini, tambahnya. Sama seperti aplikasi smartphone yang dibuat untuk mereka yang memiliki mobilitas tinggi, penggunaan chatbot sangat ideal untuk meraih jutaan konsumen di bulan Ramadan dan mudik Lebaran.

 

 

Dengan memanfaatkan tradisi mudik ini, bisnis travel dapat menggunakan chatbot untuk menjual tiket, mengatur  jadwal keberangkatan konsumen, dan mengefektifkan operasional bisnis. Di sisi lain, chatbot travel dapat membantu audiens ‘The Homemaker’ untuk melakukan pemesanan tiket transportasi dan memesan hotel lebih mudah melalui aplikasi perpesanan favoritnya, dimana mereka bisa mendapatkan panduan arah menuju lokasi tujuan, informasi lalu lintas yang akurat, menemukan rest area dan lokasi mushola terdekat. Bahkan chatbot dapat memberikan rute alternatif untuk menghindari arus lalu lintas yang padat, dengan harapan dapat membantu para pemudik di tahun ini. Konsumen cukup mengirimkan pesan kepada chatbot terkait informasi yang mereka butuhkan.

 

 

Mulai dari saat para traveler mencari dan memesan kebutuhan untuk perjalanannya, chatbot untuk bisnis travel dapat memberikan pengalaman konsumen yang lebih berkesan. Ini berkat beberapa fiturnya yang dapat menawarkan asisten virtual untuk konsumen, dengan memberikan layanan yang lebih interaktif karena didukung teknologi Natural Language (NL). Chatbot untuk bisnis travel juga dapat menjadi media promosi yang lebih personal bagi konsumen karena menyesuaikan dengan histori percakapan dan pesanan yang pernah dilakukan sebelumnya.

Kesimpulannya, ini adalah waktu yang sangat tepat bagi bisnis travel Anda untuk mulai mengimplementasi teknologi chatbot ke dalam bagian strategi digital bisnis Anda. Dengan menggunakan chatbot, Anda dapat menjangkau lebih banyak konsumen selama Ramadan dan musim mudik Lebaran. Bisnis Anda pun dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas karyawan, Anda juga dapat lebih fokus pada strategi bisnis yang lebih menguntungkan dan meningkatkan loyalitas konsumen di masa yang akan datang.