Ubah BahasaEnglish|Bahasa Indonesia
Teknologi Artificial Intelligence Mentransformasi Industri Kesehatan
Bisnis

Teknologi Artificial Intelligence Mentransformasi Industri Kesehatan

Muhammad SodikMuhammad Sodiktanggal 19 April 2019

Di era digital saat ini, kehadiran teknologi-teknologi baru telah mendisrupsi dan mengubah cara kerja semua industri, tidak terkecuali industri kesehatan. Salah satu contohnya yaitu penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) di industri kesehatan dan pengobatan yang kini tengah mendapat momentum. Seperti penggunaan chatbot yang berfungsi untuk memudahkan komunikasi antara dokter dan pasien tanpa perlu tatap muka, membantu pasien menentukan jadwal periksa, hingga kemampuan untuk memberikan pertolongan pertama secara cepat ketika pasien merasakan keluhan. Aplikasi AI pun akan meningkatkan kecepatan mengenali suatu penyakit secara signifikan, hal tersebut membuat para dokter lebih akurat saat mendiagnosis yang artinya membantu lebih banyak pasien secara bersamaan. Berdasarkan penelitian Accenture, teknologi AI mampu mereduksi human error di industri kesehatan sekaligus membantu penghematan biaya sampai USD 16 miliar di tahun 2026.

 

 

Potensi AI dalam mempengaruhi dunia kesehatan sangatlah menjanjikan. Mulai dari diagnosis, pengembangan produk medis, klaim asuransi, sampai otomatisasi workflow di dalam rumah sakit. Pemanfaatan chatbot juga memungkinkan pasien meyampaikan keluhan dan gejala yang dirasakan dan membuat jadwal periksa dengan dokter. Chatbot dapat menghemat waktu antara pasien dan pelanggan. Dalam hal ini, chatbot tidak menggantikan tugas-tugas penting atau tindakan lanjut yang dilakukan oleh dokter, melainkan meningkatkan efisiensi layanan kesehatan. Chatbot medis juga diklaim mampu menjembatani pasien dengan dokter untuk membuat jadwal pemeriksaan dan minum obat.

Dampak lain yang dapat dirasakan dari teknologi AI di bidang kesehatan adalah dengan mengotomatisasi tugas-tugas administratif, sehingga para tenaga medis mampu memberikan keputusan dan tindakan lanjut lebih cepat. Terlebih, rumah sakit menyimpan ribuan data seperti profil pasien, rekam medis, klaim asuransi, dan masih banyak lagi. Mencari data yang diperlukan dalam tumpukan ribuan dokumennya pun memakan waktu yang lama. Di sinilah AI dan algoritmanya berperan penting dalam membantu dokter menganalisis ribuan data medis dengan menggunakan pemrosesan bahasa alami.

 

 

Meskipun telah menggunakan teknologi canggih untuk mempermudah proses administrasi, keamanan data pasien tetap harus dijaga karena bersifat sensitif dan rahasia. Bahkan menurut Mark Hurd, yang merupakan CEO Oracle mengatakan jika sistem penyimpanan informasi secara otomatis dengan AI semakin giat dikembangkan untuk tetap menjaga kerahasiaan data pasien yang berharga.

Kesimpulannya, teknologi AI sekarang ini sudah cukup canggih untuk mengotomatisasi banyak tugas dokter yang berulang. Bahkan potensi penerapannya pun sangatlah luas dan dapat menjangkau hal-hal yang tidak dapat dilakukan oleh manusia. Di dunia kesehatan yang kompleks, perangkat AI di bidang kesehatan dapat membantu dokter untuk mendiagnosis pasien dan memberikan pelayanan yang lebih cepat, dan mengidentifikasi data untuk memecahkan masalah penyakit tertentu. Pada dasarnya, semakin efisien waktu yang dihabiskan, maka semakin banyak juga nyawa yang dapat diselamatkan.